Sabtu, 09 November 2013

Tips Mengurangi Sampah Botol Plastik

Sampah plastik terus menumpuk di tempat pembuangan akhir sampah. Plastik perlu waktu lama untuk bisa terurai. Selain menimbulkan pencemaran, limbah ini juga berbahaya bagi hewan yang tak sengaja mengkonsumsi. Banyak cara untuk mengurangi sampah plastik, Anda bisa mencontoh langkah-langkah berikut ini.

  • Katakan Tidak Pada Sedotan

Salah satu cara paling mudah mengurangi sampah plastik adalah menolak penggunaan sedotan. Katakan kepada pelayan restoran bahwa Anda tidak membutuhkan sedotan, hal yang sama bisa dilakukan saat memesan makanan.

  • Membawa Eco Bag
 

Sekitar 1 juta kantong plastik digunakan setiap menit, dan satu kantong itu perlu waktu 1000 tahun untuk terurai. Saat belanja Anda bisa membawa kantong yang bisa dipakai berulang-ulang. Namun harus dihindari membeli kantong dari nylon atau polyester, karena kedua bahan itu juga terbuat dari plastik. Pilihlah kantong yang dibuat dari katun.

  • Membawa Tempat Makan Sendiri
 
 
Saat membeli makanan untuk dibawa pulang, lebih baik menyiapkan tempatnya sendiri. Ketika memesan, tanyalah pada pemilik restoran apakah boleh membawa tempat makan sendiri. Biasanya pihak restoran tidak keberatan, retoran aja sudah tidak keberatan apalgi warteg warnas dll nya kan?
 
  • Membawa Tempat Minum Sendiri
 
Biasakan membawa minum sendiri dari rumah, jangan beli minum di botol plastik, membawa minum sendiri jelas hemat biaya, sebagian instansi seperti sekolah, kantor, kampus sudah menyediakan minum, jadi jika kita kehabisan kita hisa mengisi ulang kembali, hemat ramah lingkungna dan praktis.

Sekian Postingan Dari Saya, Semoga Membantu *cheers*

Green Roof, Taman-Taman Hijau di atas Bangunan

 

Green Roof

Atap hijau (green roof) adalah atap sebuah bangunan yang sebagian atau seluruhnya ditutupi dengan vegetasi dan media tumbuh, ditanam di atas membran anti air. Ini juga termasuk lapisan tambahan seperti penghalang akar dan drainase sebagai sistem irigasi. (Penggunaan “hijau” mengacu pada tren yang berkembang secara ramah lingkungan dan tidak mengacu pada atap yang hanya berwarna hijau, seperti genteng berwarna hijau atau herpes zoster.)
Istilah green roof juga dapat digunakan untuk menunjukkan atap yang menggunakan beberapa bentuk “teknologi hijau”, seperti atap dingin, atap dengan kolektor panas matahari atau modul fotovoltaik. Green roof juga disebut sebagai eco-roof, oikosteges, atap tumbuhan, dan atap hidup.

Bangunan Yang Menerapkan Green Roof 

 
California Academy Of Science


GrinGrin Building of Island City Central Park, Fukuoka Pref, Japan. Architect: Toyo Ito.

Nanyang Technological University In Singapore
  

ACROS Fukuoka Building
Sejarah perkembangan Green Roof

 

Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss, Belanda, Austria Inggris, Italia, Perancis, dan Swedia ). Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari
semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008). 

Manfaat Dan Jenis


Green roof Juga dikenal sebagai “atap yang hidup”, green roof dibuat untuk beberapa tujuan, antara lain:

  • Menyerap air hujan
  •  Menyediakan zona isolasi bagi penghijauan
  • Menciptakan habitat bagi satwa liar
  • Membantu untuk menurunkan suhu udara perkotaan
  • Mengurangi efek pemanasan global
Ada dua jenis green roof, yaitu:
  •  Atap intensif (intensive roof): lebih tebal dan dapat mendukung berbagai tanaman yang lebih luas tetapi lebih berat dan memerlukan perawatan lebih. 
 
  • Atap yang luas(extensive green roof): media tanam (tanah) yang dangkal, dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi, atap rumah, teras, atau dinding.


Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Atap Hijau

  • Waterproofing
Waterproofing adalah Suatu cara yang diterapkan ke daerah-daerah penanaman untuk mencegah air dan akar merusak atap. Hal ini dapat dilakukan dengan menambah lapisan dasar, atap membran (liner kolam atau liner butil), filter lembar, selimut lapisan kelembaban dan drainase ke permukaan atap. Biarkan lembaran untuk di overlap satu sama lain untuk mencegah kebocoran. Periksa bahwa drainase atap bekerja dengan benar. Sebuah drainase tersumbat dapat menyebabkan air meluap, yang dapat merusak atap.
  • Mempersiapkan daerah penanaman
Mempersiapkan daerah penanaman dapat dilakukan dengan membuat tempat tidur tanam dengan les atau framing; ini akan menjaga tanah agar tidak mengalir selama hujan lebat. Selain itu dapat juga dengan membuat bingkai yang minimal 4 inci lebih tinggi dari lapisan atas tanah. Misalnya, jika menambahkan 20 inci tanah, maka tinggi frame harus 24 inci. Tempat tidur tanam digunakan untuk menanam tanaman yang lebih kecil seperti sayuran dan bunga-bunga yang tidak tumbuh besar. Menggunakan wadah seperti pot dan perkebunan sangat ideal untuk pohon dan tanaman dengan akar lebih besar atau invasif. Tambahkan windbreaks tahan lama terbuat dari pagar dan teralis untuk mencegah angin kuat dari merusak tanaman.
 
  • Menambahkan Irigasi
Untuk menjaga keberlanjutan atap hijau hal yang perlu dilakukan adalah Memasang sistem penyimpanan air atau sistem penyiraman air otomatis untuk lebih mudah menyirami taman atap secara berkala. Memilih sistem irigasi tetes bukan alat penyiram untuk membantu menyelamatkan air dengan membatasi aliran air. Cara lain untuk menghemat waktu dan uang adalah dengan membuat reservoir air untuk mengumpulkan air hujan.
 
  • Pemilihan Tanaman
Untuk membuat atap hijau atau taman atap pilihlah tanaman yang dapat menahan unsur-unsur kasar. Tanaman yang tahan dengan kekeringan sangat ideal untuk taman atap karena mereka dapat bertahan lama tanpa penyiraman setiap hari. Karena taman atap memiliki risiko yang lebih tinggi dengan sinar matahari langsung daripada taman yang biasa ditanam di permukaan tanah. Lumut, sedum, rumput hias, bunga liar, pohon-pohon palem, bambu dan agaves adalah contoh tanaman yang baik di atas atap. Untuk atap bertingkat tinggi, tanaman yang cocok adalah tanaman tumbuh di dataran tinggi seperti sumac, juniper dan Yarrow.

Green Roof  Di Indonesia

 
Arsitektur bangunan sangat berorientasi dengan lingkungan hidup yang menjadi jargon UI , Green Campus. Bentuk bangunan berorientasi pada pemanfataan lahan hijau sebagai penopang kokoh disekeliling gedung. 
 

7 Tanaman Pengganti Pagar Terbaik untuk Penghijauan


Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal, tidak semestinya demikian, karena dengan lahan terbatas, mengapa tidak membuat tanaman di rumah yang memiliki fungsi ganda?

Mengakali keterbatasan lahan dengan "menghijaukan" pagar rumah, misalnya. Namun, jangan sampai Anda memilih tanaman yang salah atau kurang cocok untuk dijadikan tanaman pagar. Berikut ini tujuh tanaman yang dapat Anda manfaatkan untuk menghias pagar atau malah betul-betul dijadikan pagar rumah:

1.  Pohon Jarak


Ini adalah salah satu tanaman "serba guna" yang dapat Anda temukan dengan mudah. Jarak dapat ditanam sebagai tanaman indoor dengan kondisi pencahayaan minim, bahkan tanpa tanah. Bahkan, varietas Jarak yang lebih besar dapat Anda gunakan sebagai pagar yang kuat.



2.  Japanese Holly




Tanaman ini memiliki karakteristik yang cocok untuk menjadi pagar rumah Anda. Japanese Holly memiliki batang berduri dan cukup tinggi.

3.  English Ivy

 

Tanaman ini cukup sulit ditemukan di Indonesia. Namun, tanaman yang seringkali Anda temui di tembok kastil-kastil ini tumbuh dengan cepat dan mampu menutupi seluruh pagar. English Ivy kerap disebut-sebut sebagai tanaman yang baik untuk penderita asma dan orang-orang yang memiliki alergi debu.

4.  American Holly

 

Tanaman ini masih "bersaudara" dengan Japanese Holly. Walaupun tidak setinggi Japanese Holly, American Holly masih menjadi pilihan lantaran kemampuannya menutup pemandangan dengan dedaunannya yang lebat. Hal perlu diingat dari tanaman ini adalah memangkasnya secara teratur.

5.  Pakis

 

Semakin banyak tanaman pakis, semakin banyak pula dedaunan yang menutup rumah Anda. Jika tertarik dengan jenis ini, pilih saja pakis Boston untuk ditanam di atas pagar beton Anda. Ini akan memberikan sentuhan hijau bagi rumah Anda.

6.  Clementis

 


Jika tertarik untuk memberikan sedikit warna pada pagar, Anda bisa mencoba menanam Clementis. Buatlah pagar kayu dan biarkanlah tanaman ini merambat bersama bunganya yang keunguan.

7.  Pohon cedar

 

Pohon yang tinggi dan termasuk pohon jarum ini dapat menjadi pagar untuk rumah. Namun, Anda harus punya kesabaran tinggi untuk merawatnya karena dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menumbuhkan pohon Cedar dewasa. Jika tertarik, pohon ini cocok sebagai pagar vila atau rumah-rumah besar.

Sumber: http://properti.kompas.com/
 
Copyright (c) 2010 :: Green Lifestyle :: and Powered by Blogger.