Green Roof
Atap hijau (green roof) adalah atap sebuah bangunan yang sebagian atau seluruhnya ditutupi dengan vegetasi dan media tumbuh, ditanam di atas membran anti air. Ini juga termasuk lapisan tambahan seperti penghalang akar dan drainase sebagai sistem irigasi. (Penggunaan “hijau” mengacu pada tren yang berkembang secara ramah lingkungan dan tidak mengacu pada atap yang hanya berwarna hijau, seperti genteng berwarna hijau atau herpes zoster.)
Istilah green roof juga dapat digunakan untuk menunjukkan atap yang menggunakan beberapa bentuk “teknologi hijau”, seperti atap dingin, atap dengan kolektor panas matahari atau modul fotovoltaik. Green roof juga disebut sebagai eco-roof, oikosteges, atap tumbuhan, dan atap hidup.
Istilah green roof juga dapat digunakan untuk menunjukkan atap yang menggunakan beberapa bentuk “teknologi hijau”, seperti atap dingin, atap dengan kolektor panas matahari atau modul fotovoltaik. Green roof juga disebut sebagai eco-roof, oikosteges, atap tumbuhan, dan atap hidup.
Bangunan Yang Menerapkan Green Roof
![]() |
| California Academy Of Science |
![]() |
| GrinGrin Building of Island City Central Park, Fukuoka Pref, Japan. Architect: Toyo Ito. |
![]() |
| Nanyang Technological University In Singapore |
![]() |
| ACROS Fukuoka Building |
Sejarah perkembangan Green Roof
Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss, Belanda, Austria Inggris, Italia, Perancis, dan Swedia ). Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari
semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008).
semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008).
Manfaat Dan Jenis
Green roof Juga dikenal sebagai “atap yang hidup”, green roof dibuat untuk beberapa tujuan, antara lain:
- Menyerap air hujan
- Menyediakan zona isolasi bagi penghijauan
- Menciptakan habitat bagi satwa liar
- Membantu untuk menurunkan suhu udara perkotaan
- Mengurangi efek pemanasan global
Ada dua jenis green roof, yaitu:
- Atap intensif (intensive roof): lebih tebal dan dapat mendukung berbagai tanaman yang lebih luas tetapi lebih berat dan memerlukan perawatan lebih.

- Atap yang luas(extensive green roof): media tanam (tanah) yang dangkal, dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi, atap rumah, teras, atau dinding.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Atap Hijau
- Waterproofing
- Mempersiapkan daerah penanaman

- Menambahkan Irigasi
- Pemilihan Tanaman
Green Roof Di Indonesia
Arsitektur bangunan sangat berorientasi dengan lingkungan hidup yang menjadi jargon UI , Green Campus. Bentuk bangunan berorientasi pada pemanfataan lahan hijau sebagai penopang kokoh disekeliling gedung.





0 komentar:
Posting Komentar